sejarah gereja
PAIAN MANULLANG
NIRM 1220233S
Mata Kuliah: Eskatologi
Prodi: S.Pd
Mahasiswa Pada: BILD IKN
Dosen Pengampu : Dr. Janes Pelealu M.A., M.Th
SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH (GSJA) CHARISMATIC TANJUNG SELOR
Kabupaten Bulungan
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Gereja merupakan persekutuan orang percaya yang dipanggil untuk memberitakan Injil dan melayani masyarakat. Setiap gereja lokal memiliki sejarah perjalanan iman yang menunjukkan bagaimana Tuhan bekerja melalui hamba-hamba-Nya dalam merintis pelayanan di suatu daerah.
Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Charismatic Tanjung Selor merupakan salah satu gereja yang lahir melalui proses perintisan pelayanan yang tidak mudah. Melalui doa, penginjilan, dan kesetiaan para pelayan Tuhan, gereja ini mulai berdiri dan berkembang di wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan secara singkat sejarah awal mula berdirinya GSJA Charismatic Tanjung Selor serta perjalanan pelayanan dari masa perintisan hingga saat ini.
2. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
• Menjelaskan sejarah awal mula pelayanan GSJA di Tanjung Selor.
• Mengetahui proses perintisan gereja hingga terbentuknya jemaat.
• Menjadi dokumentasi sejarah pelayanan GSJA Charismatic Tanjung Selor.
•
BAB II
SEJARAH BERDIRINYA GSJA TANJUNG SELOR
1. Survey Awal Pelayanan
Pelayanan GSJA di Tanjung Selor dimulai pada tahun 2000. Pada waktu itu, Pdt. Frans Kansil bersama tim dari GSJA Tarakan datang ke Tanjung Selor untuk melayani satu keluarga yang merupakan kenalan seorang hamba Tuhan dari Tanjung Redeb (Berau).
Dalam kunjungan tersebut, Pdt. Frans Kansil bersama tim tidak hanya melakukan pelayanan kepada keluarga tersebut, tetapi juga melakukan survey dan pemetaan wilayah pelayanan di Tanjung Selor. Kegiatan yang dilakukan meliputi:
• Doa keliling wilayah
• Pelayanan doa bagi orang sakit
• Penginjilan kepada masyarakat
• Pendekatan kepada warga sekitar
Pelayanan ini dilakukan secara berulang kali sebagai langkah awal untuk melihat kemungkinan dibukanya pelayanan gereja di wilayah tersebut.
2. Pengutusan Pelayan Injil
Pada tahun 2001, Pdt. Frans Kansil mengutus seorang hamba Tuhan yang baru menyelesaikan pendidikan dari Sekolah Misi Tarakan, yaitu Pdt. Hezron Pongtaruk, untuk memulai pelayanan perintisan di Tanjung Selor. Namun pada masa itu belum ada jemaat tetap yang dilayani.
Kemudian pada tahun 2002, Pdt. Frans Kansil kembali mengutus seorang hamba Tuhan bernama Anton Onesimus untuk melanjutkan pelayanan perintisan tersebut menggantikan Pdt. Hezron Pongtaruk. Akan tetapi pada masa pelayanan ini juga belum terbentuk jemaat tetap.
Pada tahun yang sama, Pdt. Frans Kansil kembali mengutus Pdt. Yustinus Rantung bersama beberapa anak-anak dari Sekolah Misi untuk melanjutkan pelayanan perintisan menggantikan Pdt. Anton Onesimus.
3. Mulai Terbentuknya Jemaat
Pada tahun 2004, Pdt. Yustinus Rantung mulai mengadakan ibadah rutin setiap hari Minggu. Dalam masa pelayanan ini mulai ada satu keluarga yang menyatakan diri bergabung sebagai jemaat GSJA, yaitu keluarga Alm. Bapak Ifer Holung dan Ibu Maria Uluk.
Keluarga ini menjadi jemaat pertama dalam pelayanan GSJA di Tanjung Selor. Pelayanan bersama jemaat ini berlangsung hingga tahun 2006.
4. Pengutusan Gembala Selanjutnya
Pada tanggal 10 Juni 2006, Pdt. Frans Kansil mengutus Pdt. Salesius Jono untuk melanjutkan pelayanan di Tanjung Selor menggantikan Pdt. Yustinus Rantung. Pada saat itu jumlah jemaat masih satu keluarga.
Meskipun jumlah jemaat sangat sedikit, pelayanan terus dilakukan dengan penuh kesetiaan melalui berbagai kegiatan rohani, seperti:
• Doa dan puasa
• Doa keliling kota
• Doa semalam suntuk
• Penginjilan kepada masyarakat
• Pelayanan kepada jemaat
Melalui proses pelayanan yang panjang dan penuh perjuangan, Tuhan terus membuka jalan bagi perkembangan pelayanan GSJA di Tanjung Selor.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Sejarah berdirinya GSJA Charismatic Tanjung Selor menunjukkan bahwa pelayanan gereja dimulai dari langkah kecil, bahkan hanya dari satu keluarga jemaat. Melalui kesetiaan para hamba Tuhan yang diutus serta dukungan doa dan penginjilan yang terus dilakukan, pelayanan ini dapat terus berlangsung hingga saat ini.
Sejak dimulainya survey pada tahun 2000 hingga tahun 2026, Tuhan Yesus terus menyertai dan memberkati pelayanan GSJA Charismatic Tanjung Selor sehingga gereja ini tetap berdiri dan melayani masyarakat di Kabupaten Bulungan.
Kiranya sejarah ini menjadi pengingat bahwa setiap pelayanan gereja adalah bagian dari karya Tuhan yang besar, yang dikerjakan melalui kesetiaan umat-Nya.
Komentar
Posting Komentar